Kita
mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan.
Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat
tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang
mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan
santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita
dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan
romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong
semuanya.
Sudah tidak
asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu
Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW,
Jibril berkata: “Iqra’ ” (bacalah),
:Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak
dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja,
selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan
(Ary Ginanjar A. ESQ . hal :120).
Minat baca masyarakat Indonesia masih terbilang sangat rendah. Mereka lebih senang ngobrol kesana kemari yang tidak ada ujung pangkalnya. Ada cerita yang menarik, apabila di pesawat terbang terdapat orang yang ramai itulah orang Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan konsumsi satu surat kabar untuk 45 orang (1:45). "Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara-negara lain, bahkan negara tetangga seperti Srilangka sudah 1:38 dan Filipina 1:30. Idealnya satu surat kabar dibaca oleh 10 orang atau 1:10. Sedangkan menurut data PISA (Programme for International Student Assessment) membuktikan bahwa Indonesia menduduki peringkat 6 dari bawah dalam hal kemampuan membaca.
Dengan bulan
ramadhan yang penuh ampunan dan barokah ini, mari kita biasakan dari diri kita
untuk gemar membaca. Kita lanjutkan pembiasaan ini walaupun bulan romadhon
telah meninggalkan kita. Tularkan dan sebarkan gerakan membaca ini untuk anak
kita juga anak didik kita dan masyarakat Indonesia. Mari kita hiasi waktu luang
kita dengan Iqro’ atau membaca apa saja baik Al Quran, majalah, koran, novel, buku
dll. Kalau pembiasaan gemar membaca ini sudah melekat pada diri kita, tidak ada
yang namanya waktu nganggur. Kita akan terbiasa membawa bacaan, kapanpun dan
kemanapun serta dimanapun kita berada. Hobby membaca dapat mengurangi perbuatan
yang tidak berguna. Semakin banyak membaca menimbulkan orang sealu berpikiran
positif (positif thingking).
Berbeda dengan
orang yang tidak senang membaca, waktu senggang biasanya digunakan untuk
mencari kesibukan, dengan melamun, menggunjing orang, menghujad orang lain dan
mencari kejelekan orang lain yang berporos pada negatif thingking.
Alhamdulillah SMP 1 maspati mempunyai program khotmil Quran. Program ini mewajibkan setiap orang harus membaca Alquran 1 juz 1 minggu, sehingga 7 minggu sudah khatam. Semoga kegiatan ini semakin memakmurkan SMP 1 Maospati untuk mewujudkan SNESTI gemar membaca dan juga berguna bagi anak-anak Didik kita untuk mengikuti rekam jejak para gurunya.
Senyampang
kita masih ketemu dengan bulan yang terbaik diantara dua belas bulan dalam
setahun ini, mari gerakan gemar membaca ini kita mulai sedini mungkin dari
lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Sehingga anak kita akan terjangkiti
virus membaca, dan akhirnya juga gemar menulis demi generasi mendatang
yang penuh tantangan.
Wahai generasi
mendatang orbitkan negaramu yang kaya raya ini, dengan penuh keberanian dan
penuh percaya diri sehingga tak dipandang sebelah mata oleh negara tetangga.
Bumi kita bagaikan hamparan karpet hijau jikalau dipandang dari atas sana, maka
selamatkan demi anak cucu kita. Selamat berpuasa..selamat memulai membaca..!!
selamat SNESTI Menjadi wisata Literasi.
Drs. Edy Siswanto M.Pd.
Kepala SMPN 1 Maospati Magetan

Semoga yang membaca tulisan ini tersentuh qolbunya dan mengamalkannya ayo dukung gerakan membaca dan dilanjut menulis..... mulailah menulis apa saja yang ingin Anda tulis jangan takut salah...
BalasHapus