Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Mengasah karakter Mandiri melalui Wirausaha

 Panen perdana lidah buaya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memproduksi tidak biaya menjadi makanan ringan dan hand sanitation spray. Bersama guru pembimbing nya anak-anak antusias untuk membuat aloe vera menjadi minuman seperti nata de Koko. Setelah jadi anak-anak memasarkan kepada guru-gurunya. Juga di lingkungan keluarga dan lingkungan sekitarnya.  Inilah pengalaman yang luar biasa anak-anak belajar untuk mandiri. Kemandirian anak-anak harus dimulai sedini mungkin bentuk memberikan kesempatan kan di masa mendatang akan menjadi di wirausaha yang tidak menggantungkan pekerjaan kepada negaranya. Nilai-nilai yang didapat dari wirausaha ini adalah anak dapat berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan benar dengan orang lain. Dapat juga menambah  pelajaran etika, sopan santun serta ilmu bisnis. Semakin seringnya anak-anak berkomunikasi dan kolaborasi dengan orang lain akan menambah kepercayaan anak untuk belajar hidup sosial. Belajar Marketing produk dalam negeri ...

Berbagi Rezeki mengasah karakter religi

 Pembentukan karakter religius melalui BERBAGI rezeki. Kepedulian sosial anak dapat semakin tajam jika sering berhubungan dengan dunia luar. Mereka akan bersentuhan langsung dengan masyarakat lingkungan anak-anak teman sebaya  dan semakin mengasah perasaan empati mereka untuk saling berbagi. Semakin banyak bersentuhan dengan lingkungan semakin tajam naluri anak untuk ikut memecahkan masalah yang ada di sekitarnya Alangkah indahnya program peduli berbagi rezeki ini semakin menjamur tidak hanya di bulan suci saja.  Belajar Kerja Nyata ini dapat meningkatkan dan menumbuhkembangkan karakter religius dan gotong royong anak-anak didik kita. Belajar sudah harus berubah. Tidak harus di dalam kelas. Out door learning merupakan pembelajaran yang komplek dan sangat mudah untuk  meningkatkan rasa  kepedulian terhadap sesama. Anak didik akan semakin paham atas kondisi sosial di lingkungan sehingga semakin cepat untuk mengambil langkah dalam mengatasinya Anak dedek semakin kr...

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...

SNESTI WISATA LITERASI BERSOLEK

Persiapan untuk mewujudkan impian Kraton SNESTI terdepan dalam arus Literasi. anak kita ikuti pembelajaran seni dengan senior Mageti Art. Progres mempercantik area SNESTI WISATA LITERASI  

Kamis bermakna

Dapura pengolahan nata de coco Guru penggerak Aku bangga jadi anak osis selalu bermakna bagi lingkungannya dan diri sendiri Berdirinya residen Literasi Aloe Vera SNESTI WISATA LITERASI Khotmil Qur'an