_Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh_
﷽
*Sudahkah Musahabah Hari Ini?*
Sudahkah muhasabah hari ini?
Jika belum mari biasakan mulai dari sekarang.
Muhasabah tentang dosa yang diperbuat hari ini,
Muhasabah tentang kesalahan amalan yang mungkin tidak disadari hari ini,
Muhasabah apakah diri ini sudah menjalankan ketaatan yang paling baik hari ini
Sudahkah muhasabah hari ini?
Iya muhasabah, sudahkah?
Umar bin Khattab pernah mengatakan,
*“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, itu akan memudahkan hisab kalian kelak.* *Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak. Ingatlah keadaan yang genting pada hari kiamat.”*
Muhasabah yang mengingatkan diri untuk tak mengulangi perbuatan buruk yang pernah dilakukan
Muhasabah yang senantiasa menjadi pengingat untuk selalu merasa diawasi dan diperhatikan gerak-geriknya oleh Allah, sehingga takut akan melakukan perbuatan dosa
Muhasabah untuk mengetahui mana yang baik dan buruk dalam perbuatan maupun perkataan,
Muhasabah agar tumbuh rasa takut jika melakukan maksiat,
Muhasabah agar senantiasa melakukan amalan-amalan baik, sekecil apapun,
Muhasabah agar menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu.
Sudahkah muhasabah hari ini?
Kuharap engkau tak akan lelah untuk muhasabah.
*Apa pentingnya muhasabah?*
Dengan bermuhasabah diri kita lebih menghargai orang lain
Dengan muhasabah kita tidak akan semena-mena,
Dengan muhasabah kita akan lebih mudah melihat kebaikan orang lain,
Dengan muhasabah kita akan sibuk dengan keburukan diri kita sendiri bukan malah sibuk dengan keburukan orang lain terlebih lagi sebagai sesama hamba Allah tentu saja manusia memiliki celah buruk dalam dirinya
Dengan muhasabah seiring berjalannya waktu kita mulai belajar untuk mengingatkan diri agar tak mengulangi hal buruk yang sama.
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata,
“Jika seseorang mendapati hatinya cenderung kepada dunia, ia harus meminta Allah untuk memalingkan darinya
Kalau ia melihat dirinya cenderung kepada akhirat, ia harus meminta Allah memberi taufik untuk beramal
Bila ia mengkhawatirkan bahaya dunia, yang diinginkannya ia wajib memperbaiki hati dan menata jiwanya
Bagaimanapun juga jika ia baik, ia takkan meminta sesuatu yang membahayakannya.”
•
•
*📃Muhasabah Sebelum Tidur*
Ketika hendak beristirahat, sebagian dari kita selalu sibuk dengan smartphone yang sepertinya tidak bisa terlepas dari kita.
Lebih banyak sibuk dengan memikirkan tentang harta atau mengandai andai hal-hal yang tidak baik.
Padahal hal itu akan sirna jika di hari esok kita tidak bisa bernafas lagi.
Para sahabat nabi jika akan beranjak keperaduan, mereka berpikir dan berhitung dosa apakah yang telah dilakukan selama ini, dosa apakah yang telah diperbuat di hari ini.
Ali bin Abi Thalib rodhiallahu ‘anhu terkejut dan bangun dimalam gulita karena ia mengingat ada perbutan dosa kecil yang dilakukannya yaitu meludah di lantai masjid yang masih terbuat dari tanah.
Ia takut jika ludahnya yang telah mengering itu menjadi dosa.
Ia bangkit ke masjid dengan membawa lentera kecil untuk mencari ludahnya siang hari tadi untuk ia bersihkan.
Itu hanya dosa kecil, namun beliau anggap seperti gunung yang akan meruntuhi dirinya.
Sebagimana perkataan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu
Beliau mengatakan,
“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”
[Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6308]
Bilal bin Sa’ad rahimahullah mengatakan,
*“Janganlah engkau melihat kecilnya suatu dosa, namun hendaklah engkau melihat siapa yang engkau durhakai.”*
*Semoga teladan diatas mengingatkan kita untuk selalu bermuhasabah.*
Komentar
Posting Komentar