Langsung ke konten utama

 _Assalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh_


*MUHASABAH PAGI*


*Menambah Bekal Amal.*


Sahabatku,


Saat kita membaca ini pun jarum jam sudah berdetak.

Detik demi detik meninggalkan kita.


Sudahkah amal kita bertambah dengan berlalunya waktu dan mendekatnya kita pada akhir masa?


Amal apakah yang dapat kita lakukan saat ini juga agar timbangan amalan kita dapat lebih besar dari timbangan dosa?


Sahabat-sahabatku,


Jangan tertipu dengan usia MUDA, karena syarat mati TIDAK harus TUA.


Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT, karena syarat mati TIDAK mesti SAKIT.


Jangan terperdaya dengan harta kekayaaan, sebab si kaya pun tidak pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya meski cuma selembar.


Harta yang banyak, status sosial yang tinggi, jabatan yang tinggi tidak akan dilihat oleh Allah Ta’alla bila hanya akan menjauhkan diri dari ibadah kepadaNya.


Namun tanyakan pada dirimu,

Sudahkah amalmu bertambah seiring dengan berlalunya waktu membawa ke ujung masa?


Hendaknya tanyakan pada hati kecilmu, sudahkah mengikhlaskan amal itu hanya untuk Rabb 'Azza wa Jalla?


Ingatlah bahwa, selama apapun kita bertahan di dunia, kita akan mati jua.


Seindah apapun rumah yang kita diami, suatu saat akan kita wariskan.


Sebanyak apapun harta kita tak akan mampu menambah umur kita.


Setinggi apapun jabatan kita pasti akan ada waktunya kita tinggalkan.


Hidup hanya sementara, yang kekal hanyalah Allah Azza wa Jalla.


Semua harta, jabatan, pasangan dan anak-anak hanya pinjaman, semua hanyalah titipan dan segala sesuatunya kelak akan dipertanyakan.


Dunia bagaikan airport, sebagus dan semegah apapun airport, tetap tidak ada orang yang tinggal disana, airport hanyalah sebuah tempat untuk ‘numpang’ transit dan kita akan tetap kembali pulang.


Banyak manusia yang mencari tempat berlindung saat terkena sengatan cahaya matahari saat mereka berada di dunia, namun mereka lalai bahwa sengatan api neraka juga siap menanti bagi mereka yang durhaka kepada Yang Maha Pencipta.


*“Pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat berlari?” sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.”*

(QS.Al-Qiyāmah(75):10-12)


Maka manfaatkan hidup ini dengan sebaik mungkin.


Persiapkan bekal Anda selagi masih ada umur di dunia


Mulailah menyiapkan bekal untuk perjalanan berikutnya dari sekarang.


Lebih cepat lebih baik dan semakin banyak, semakin baik.


Karena kita tahu bahwa perjalanan selanjutnya adalah perjalanan panjang yang begitu sulit.


Persiapkan bekal kita dengan sebaik-baiknya.


Didalam Kitab Badai’ul Fawa’id disebutkan bahwa,


“Semut selalu mempersiapkan bekal pada musim panas untuk musim hujan yang akan datang.


Seekor burung, jika telah mengetahui bahwa istrinya hamil maka dia segera  mencari dan mengumpulkan jerami untuk membangun sarang sebelum istrinya bertelur.


Lalu apa pendapatmu jika engkau sudah mengetahui tentang kedekatan perpindahanmu dari dunia ke alam kubur. Apakah engkau akan membawa tempat tidurmu tanpa persiapan amal. Na’udzubillah”


Dan yakinlah, bahwa tidak ada kebaikan yang sia-sia yang pernah kita lakukan. 


Hal terkecil sekalipun akan dipertimbangkan dengan seadil-adilnya.


Bekal yang kita persiapkan Insya Allah akan sangat berguna di perjalan panjang berikutnya.


*“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”*

(QS.Al-Baqarah:197)


Dan ingatlah janji Allah yang Ia berikan bagi setiap hamba-hamba-Nya, 


“Dan barangsiapa yang beramal shalih, maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (yaitu surga tempat yang menyenangkan).”

(QS.ar Ruum 44)

 

“Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya).”

(QS. Yunus (10) :55)

*📃Umurku berkurang, namun amalku tidak bertambah*


Malu Itu

Usia bertambah

Amal tidak tambah


Makin tua

Makin tamak dunia


Semoga dimudahkan beramal dan membantu sesama

Merupakan penyesalan, usia bertambah tetapi amal tidak bertambah


Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,


*“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang (usia bertambah), namun amalanku tidak bertambah.”*

[Lihat Miftahul Afkar dan Mausu’ah khutab Al-Mimbar]


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


*“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian ”*

[HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi]


✍ Sumber :

🌐 muslimafiyah.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...