Langsung ke konten utama

Panen berita dan Lidah Budaya


Panen perdana lidah buaya.
Para guru karyawan dan anggota OSIS bersemangat dalam  memanen lidah buaya. Mereka akan mencoba membuat berbagai produk yang terbuat dari bahan alami jadam. 
Tim kreatif SNESTI akan berwirausaha untuk memasarkan produk asli bahan pokok lidah buaya alias jadam.
Selamat panen untuk SNESTI WISATA LITERASI.


Salam Literasi

Jangan berhenti untuk berkreasi. Terus dokumentasikan semua kegiatan. Dokumentasi menjadi tonggak sejarah untuk memulai SNESTI WISATA LITERASI.
Maaf ada beda sedikit dengan teman teman. Kapan buku selalu ada ditangan. Kemanapun bawa buku itulah jiwa untuk menuju sekolah bermutu.
Gemar membaca mulai dari kita. Untuk Indonesia raya.


Panen dan menanam lagi. 




Tim IT koordinasi untuk SNESTI WISATA LITERASI. 



Tim Kreatif OSIS koordinasi program. Mereka selalu koordinasi sebelum berkreasi. Untuk mewujudkan impian SNESTI WISATA LITERASI OSIS dan PRAMUKA GARUDA berbagai Tugas dan bekerja ikhlas sampe tuntas.


Mereka sibuk mencari data tentang tumbuhan yang akan dijadikan sumber ilmu untuk para wisatawan.
Semuanya akan bicara. Semuanya akan menjadi sumber ilmu. Dimana mana ada ilmu yang diserap, tanpa harus menceritakannya.



OSIS peduli lingkungan. Keberadaan osis selalu bermakna bagi lingkungannya.


Ibu guru dan karyawan juga menyiangi lingkungan untuk menyongsong SNESTI WISATA LITERASI.


OSIS tak hentinya mendongkrak berbagai kegiatan untuk mengisi SNESTI terdepan dalam arus Literasi.



Mulai bersolek untuk Lavatory standar Hotel. Pada prinsipnya setiap orang senang dengan keindahan, kenyamanan. Maka mari kita rawat lingkungan kita. Namun Jangan hanya rupawan  inner beauty-nya juga harus bersinar.
Mari kita bangun jiwa alias karakter juga raga alias lingkungan fisiknya.
Semoga SNESTI Semakin Terdepan dalam Arus Literasi.

Filosofi Indonesia Raya. Dalam lirik" bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia raya.


Utamakan mbangun karakter untuk dapat berdiri diatas diri sendiri maupun orang lain dan lingkungannya.


Komentar

  1. Besok pagi seluruh warga siap membuat produk olahan dr lidah buaya/jadam.....Bapak...
    Mohon supportnya

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...