Langsung ke konten utama

Pantaskah Calon Pemimpin punya Sarana Bangku Seperti ini

Di waktu masih bayi anak-anak selalu mendapatkan pelayanan yang prima. Sedangkan semerbak bau harum yang tercium dimana-mana. Semua energi dengan penuh kasih sayang selalu melindung si bayi Seandainya anak tersebut panas atau sakit sedikit saja, langsung dibawa ke dokter spesialis dan berapapun biayanya tidak diperhitungkan. Yang penting sembuh dan anak kembali sehat.
Setelah mulai besar kasih sayangya mulai pudar. 
Di sekolahpun juga sama. Perhatian dan pelayanan tidak se prima ketika anak masi bayi.
Apakah pembiasaan ketika masih bayi tidak dapat dilanjutkan kapan saja dan dimanapun berada. 
Apakah kondisi seperti ini layak untuk anak-anak kita yang akan menjadi pemimpin di negeri ini.
Mari kita bergerak dan berubah serta memberi kenyamanan kepada anak didik kita.


Ternyata anak didik kita juga risih melihat pemandangan seperti ini. 
Namun apa daya mereka belum berani  menyampaikan rasa kerisauan dengan bapak ibu dan wali kelasnya.
Setelah diajak untuk berpikir, berempati dan merasakan kondisi lingkungan sekitarnya ternyata banyak ide gila yang muncul dari anak didik kita.
Ada yang mengusulkan: diganti, di piloq, di cat, di pernis, di usek-usek dengan garisan dan ada juga yang usul bawa taplak, Bahkan kelaspun dicat sesuai dengan fashion anak seumuran mereka.








 Mari kita rawat cita-cita anak dengan segala kebutuhan dan lingkungannya. Biar nyaman tentram dan rindu akan sekolah dan rindu akan pembelajaran.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...