SMP NEGERI 1 MAOSPATI
SEKOLAH WISATA LITERASI
Masa kerja tinggal sepuluh bulan tidak mengendorkan tekat Drs. Edy Siswanto,M.Pd. kepala SMP Negeri 1 Maospati menjadikan sekolah yang dipimpinya menjadi sekolah “Wisata Literasi”. Sebelumnya telah dibranding menjadi sekolah multi literasi sebagai dasar untuk menyulap Snesti (sebutan SMP Negeri 1 Maospati) menjadi sekolah Wisata Literasi. Direncanakan akhir tahun ini sudah bisa launching.
Dari sisi perwajahan Snesti menonjolkan tampilan kraton. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya sejarah Kraton Maospati, konon kabarnya di kelurahan Kraton ini ada peninggalan Kraton Maospati yang dipimpin oleh Ronggo Prawirodirdjo III Adipati Madiun.
Untuk mempercepat terwujudnya wisata literasi strategi yang dilakukan adalah merehab perpustakaan. Perpustakaan harus ramah dengan lingkungan sehingga perlu ada perubahan bangunan. Perpustakaan yang semula menghadap ke sekolah yang yang notabene hanya untuk kepentingan warga sekolah, namun untuk memudahkan akses menuju perpustakaan harus dihadapkan ke jalan atau lapangan sehingga memudahkan masyarakat umum untuk mengakses perpustakaan.
Diharapkan perpustakaan ini buka sampai pukul 21.00 WIB. Hal ini bertujuan bisa menjadi pusat keramaian dalam mencari ilmu dan bersenang-senang dalam berwisata literasi.
Yang berkaitan dengan wisata literasi banyak hal yang diprogramkan diantaranya : perpustakaan dilengkapi koleksi buku-bukunya termasuk E-book (buku elektronik) dan pelayanan online. Taman baca di luar tersedia gazebo, pojok baca, Wiyata Mandala baca lesehan, dan bengkel literasi pusatnya produk buku Snesti. Sedang Kelas dibranding dengan dua tokoh nasional dan internasional serta dilengkapi sudut baca.
Obyek wisata literasi yang disajikan meliputi Sejarah Snesti, Sejarah Kraton Maospati, Perpustakaan Online, Gazebo Olivera, Wiyata Mandala Baca Lesehan, Pojok Baca, Sudut Baca, Studio Pembelajaran, Bengkel Literasi, Literasi religius, Kantin Literasi, Taksonomi Tumbuhan, literasi budaya, dan mural dinding sekolah. Jadi semuanya harus bermakna. Di mana pun wisatawan akan mendapatkan ilmu. Semuanya merupakan sumber belajar.
Sarana prasarana yang memadai diantaranya : printer, mesin cetak, e book, e library,
Internet, tempat duduk yang nyaman, komputer, rak buku, poster afirmasi, taman baca, dan di dukung oleh Duta Baca, Duta Literasi, dan Duta Wisata Literasi, serta Wartawan Literasi.
Sedangkan untuk memperkaya koleksi buku dilakukan gerakan berburu seribu buku dan wajib menulis untuk warga snesti. Berburu buku dimaksudkan mecari sumbangan buku dari berbagai pihak terutama dari para alumni Snesti baik buku karya sendiri maupun buku yang dibeli. Sedangkan gerakan wajib menulis ditujukan kepada guru, karyawan, dan siswa dengan program satu orang satu buku (one person one book). Buku karya warga Snesti dicetak sendiri di bengkel literasi sedangkan pengiriman naskah lewat link-link yang sudah dibagikan kepada semua warga sekolah.
Bengkel literasi juga bertujuan untuk memproduksi hasil karya para wisatawan yang akan dibawa pulang. Dalang Bahaya (datang pulang membawa karya). Alur bengkel literasi dimulai dari membuat karya, lalu karya tersebut di upload di alamat di link yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Sesuai dengan jenis karya masing – masing.


Komentar
Posting Komentar