Langsung ke konten utama

Aksi Pagi

AKSI PAGI SNESTI WISATA LITERASI Oleh Edy Siswanto SMPN 1 MAOSPATI Email: edysiswanto1962@gmail.com Pendahuluan Sekolah itu bagaikan taman. Semuanya bersih dan serba indah. Tertata artistik dan nikmat dipandang sehingga orang datang tidak ingin pulang. Itulah hakekat sekolah. SMPN 1 Maospati termasuk sekolah favorit di wilayah Magetan Timur. Tempatnya strategis di depannya ada lapangan. Sejak dulu dikenal sebagai SMP Keraton, karena letaknya di Desa Keraton. Di Maospati ada tiga sekolah menengah pertama, sehingga penyebutan SMP Keraton memudahkan orang untuk membedakan. SMP Keraton sedang mencoba untuk menjadi surga utama bagi anak didiknya agar mereka merasa senang, nyaman dan betah di sekolah. Jadi semuanya akan berbicara dan menjadi sumber ilmu untuk dipelajari. Tindakan awal yang akan dilakukan adalah membawa perubahan yang lebih baik di SMP Keraton. Melihat, memotret, dan memandang ke depan semuanya menjadi pekerjaan tersendiri baik itu dari segi fisik maupun non fisik semuanya menjadi tantangan untuk dikembangkan. Mau diapakan dan ingin dibawa kemana sekolah ini? Setelah semuanya terekam dalam benak pikiran maka satu persatu diurai sesuai dengan visi dan misi sekolah. Hal yang terlihat jelas adalah bangunan fisik. Untuk bangunan fisik ada uang selesai sudah, namun program sekolah lah yang sulit diwujudkan untuk membangun ekosistem sekolah yang dinamis. Bagaimana cara membuat program sekolah yang baik dan bermanfat lah yang menjadi tantangan bagi semuanya. Di sekolah, pagi terasa hening dan sepi. Apalagi kalau kita melihat panggung SMP Keraton yang begitu megah namun kosong isinya. Untuk menambah artistiknya bangunan maka juga dihiasi dengan ornamen yang bercirikan keraton. Namun sekali lagi walaupun dihiasi emas 24 karat, panggung itu masih sepi dari isi. Fasilitas sekolah banyak yang tidak difungsikan dengan baik. Keberadaan gazebo dan panggung wiyata mandala di SMP Keraton masih kurang dimanfaatkan dengan baik. Dalam beberapa kesempatan dan berbagai kegaiatan muncul celotehan kepada teman “ panggung kok sepi” jenenge panggung kuwi yo rame” (panggung kok sepi, yang namanya panggung ya harus ramai). Beberapa teman sejawat juga memberikan respon, namun respon rutinitas yang belum keluar dari zona nyaman. Artinya jawaban semua guru, panggung itu hanya digunakan untuk pentas akhir tahun dan momen-momen tertentu. Alangkah indahnya kalau setia saat ada yang memanfaatkan panggung untuk unjuk kebolehan, entah itu menari, baca puisi, dongeng, bercerita, atau pencak silat yang penting unjuk kebolehan. Akhirnya terbesit ide untuk meramaikan panggung dengan menampilkan segala potensi yang ada pada diri anak didik. Jadilah program aksi di pagi hari sebelum pelajaran dimulai. Sedangkan khusus untuk jumat diisi oleh para Dai. Akhirnya muncul sebutan “Aksi Pagi”. Aksi pagi adalah kegiatan penampilan dari potensi anak untuk menguji ketrampilan atau ilmu yang telah diterima anak didik. Mengapa harus Aksi Pagi? Setiap waktu yang bergulir adalah pembelajaran. Maka tiada waktu tanpa belajar. Untuk memanfaatkan waktu kosong, khususnya di pagi hari, maka setiap menjelang masuk kelas diadakan pamer atau aksi kreasi dari anak-anak sesuai dengan bakat dan potensinya masing-masing. Pentingnya mengisi waktu luang di pagi hari sangat membantu anak didik untuk selalu berkarya dan berkreasi. Waktu pagi sangat nyaman untuk belajar. Belajar presentasi untuk melatih diri demi masa depan nanti. Inilah aksi nyata belajar hidup. Mereka tidak hanya pandai berteori namun lihai berkreasi. Pada umumnya mendengar literasi identik dengan membaca dan menulis. Namun saat ini berkembang menjadi kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi itu adalah literasi. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Zaman now Literasi sudah digunakan dalam arti yang lebih luas. Ada keuangan, teknologi, dan merambah pada budaya yang berkaitan dengan persoalan sosial dan politik. Tingkat minat baca Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara yang disurvei. Nomor satu adalah Finlandia, disusul Norwegia, Islandia, Denmark, Swedia, Swiss, AS, dan Jerman. (https://news.detik.com/berita/d-4371993/benarkah-minat-baca-orang-indonesia-serendah-ini) Menurut UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization”, literasi ialah seperangkat keterampilan nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya. Macam-macam literasi dapat kita bagi menjadi: Literasi dasar adalah kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan, dan berhitung. Tujuan literasi dasar adalah untuk mengoptimalkan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berkomunikasi, dan berhitung. Literasi perpustakaan adalah kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis berbentuk fiksi dan non-fiksi, memahami cara menggunakan katalog dan indeks, serta kemampuan memahami informasi ketika membuat suatu karya tulis dan penelitian. Literasi Media Literasi media adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami berbagai bentuk media (media elektronik, media cetak, dan lain-lain), dan memahami cara penggunaan setiap media tersebut. Literasi teknologi adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan teknologi (misalnya hardware dan software), mengerti cara menggunakan internet, serta memahami etika dalam menggunakan teknologi. Literasi visual adalah pemahaman yang lebih kemampuan dalam menginterpretasi dan memberi makna dari suatu informasi yang berbentuk gambar atau visual. Literasi visual hadir dari pemikiran bahwa suatu gambar bisa ‘dibaca’ dan artinya bisa dikomunikasikan dari proses membaca. Tujuan Literasi adalah: 1) membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat. 2). Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca., 3) Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis. 4.) Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang, 5) Meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis, 6). Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas. 7) Membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat. Sedangkan wisata literasi yang diharapkan SMPN 1 Maospati dalah tempat yang nyaman dan semuanya menjadi sumber belajar. Selain itu juga tempat aksi anak didik dalam mengaktualisasikan ilmu dan keterampilan yang telah mereka dapatkan. Pembahasan SMPN 1 Maospati lingkungannya sangat sejuk, dan nyaman, namun masih kosong dalam praktek pendidikan secara nyata. Ketika masuk halaman dihadapkan panggung yang sangat megah sekali. Namanya panggung wiyata mandala. Namun terasa hampa dan kosong walau disitu ada racikan piala dan deretan buku yang ditata rapi. Seindah dan semegah apapun panggung itu, kalau tiada yang pantas berarti itu tidak ada gunanya alias rugi. Akhirnya terbesit ide untuk mengisi panggung yang megah ini dengan segala kegiatan yang dipunyai oleh anak-anak kita atau warga SMP 1 Maospati. Dari sekitar 800 anak seandainya setiap anak menampilkan karya atau kreasinya, maka hampir setahun lebih setiap anak baru akan mendapatkan giliran untuk mengaktualisasikan ilmunya di panggung wiyatamandala. Dari sekian banyak itu ternyata luar biasa hasilnya. Melayani anak didik ternyata harus banyak cara atau metode untuk menumbuh kembangkan potensi anak didik kita. Karena perbedaan potensi atau hobi anak-anak maka seorang guru atau sekolah harus memberikan yang terbaik untuk melayani bakat yang ada di setiap anak didik. Salah satunya adalah pentas kreasi atau unjuk karya atau pamer kebolehan setiap pagi menjelang pelajaran dimulai. Mereka dibebaskan untuk tampil sesuai dengan kemampuannya. Aksi tiga bahasa. Karena snesti menerapkan tiga bahasa yaitu hari seni dan selasa berbhasa Indonesia, sedangkan untu hari rabu dan kamis menggunakan bahasa daerah serta jumat dan sabtu berbahasa Inggris. Sehingga untuk penampilan setiap harinya menyesuaikan dengan penggunanaan bahasa pada hari itu. Aksi pagi ini dikelola oleh OSIS SMP 1 Maospati. Mereka belajar mengorganisasi sebuah kegiatan. Bagaimana menjadi ivent organisation. Program itu bergilir setiap kelas diberi kesempatan untuk menampilkan karya atau kreasi teman-temannya baik akademis maupun non-akademis. Sedangkan wali kelas memberikan motivasi untuk menampilkan yang terbaik. Sedangkan penonton tidak menjadi ukuran. Yang diutamakan adalah melatih mereka untuk tampil di depan atau di panggung. Akhirnya setiap ada yang mengisi di panggung, suporter dari kelas itu juga memberikan apresiasi. Sehingga semakin seru aksi pagi itu juga semakin banyak suporter dari kelas lainnya. Inilah sebagian aksi pagi diantaranya: Seni Pantomin. Seni pantomin adalah seni meniru segala sesuatu dalam bentuk isyarat, mimik dan pantomimik atau gerak tubuh, sebagai dialog. Baca Puisi. Membaca puisi merupakan upaya menyampaikan pesan penyair kepada pendengar. Oleh karena itu, pembaca harus mengetahui terlebih dahulu apakah pesan tersebut bernada keras atau lembut. Hal ini akan sangat berpengaruh dalam menentukan nada dan irama pembacaan puisi. Mendongeng adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau suatu kejadian secara lisan. Tradisi mendongeng sudah dimiliki bangsa Indonesia berabad-abad yang lalu. Mendongeng dapat dilakukan tanpa alat peraga dapat pula dilakukan dengan alat peraga. Bercerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang secara lisan kepada orang lain dengan alat atau tanpa alat, umumnya yang disampaikan penutur dalam bentuk pesan, informasi. Begitu juga cerita anak-anak disampaikan pada sebuah dongeng untuk didengarkan dengan rasa menyenangkan. Storytelling merupakan kegiatan yang setiap tahun dilombakan. Sehingga anak-anak yang berbakat dikelompokkan untuk belajar setiap saat. Kegiatan ini merupakan pembiasaan hapalan dengan menceritakan sebuah cerita. Pencak silat/Karate/Tekwondo. merupakan seni bela diri yang ada di sekolah. Namun latihannya ada yang di sekolah juga mengikuti latihan di luar sekolah. Mereka yang berminat dapat mengikuti sesuai dengan bakat dan minatnya. Terutama pencak silat merupakan kegiatan beladiri yang paling diminati oleh anak didik. Olah raga tradisional ini paling laris di sekitar Kota Madiun raya termasuk Magetan. Mendongeng merupakan keahlian tersendiri yang dipersiapkan untuk belajar satra. Mendongeng mulai diminati lagi, selain sebagai hiburan, dan sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun merupakan sebuah puisi Indonesia atau Melayu, yang mana setiap bait atau yang disebut dengan kupletnya akan terdiri dari empat baris bersajak (a-b-a-b). Kultum dikenal dengan kuliah tujuh menit. Khusus kultum digelar setiap hari jumat. Setiap kelas digilir untuk menyampaikan tema penerapan perilaku sosial keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah aksi-aksi pagi yang digelar setiap hari oleh anak didik SMPN 1 Maospati Wisata Literasi sebelum pelajaran dimulai. Banyak keuntungan yang diperoleh oleh anak didik dalam menerapkan pembiasaan perilaku kreatif dalam kehidupan sehari-hari. Dampak yang didapatkan dari aksi pagi adalah semakin ramainya Panggung Wiyata Mandala yang penuh dengan aksi dalam menampilkan bakat maupun potensi anak didik. Waktu tidak kosong. Warga sekolah dapat menikmati sajian untuk menambah gairah belajar. Anak didik semakin bersemangat untuk tampil lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Kompetisi individu maupun kelan semakin positif dalam meraih prestasi yang lebih tinggi. Penutup. Merdeka belajar adalah merdeka dalam memperoleh ilmu ketrampilan untuk masa depan anak didik. Dalam arti memberikan seluas-luasnya kepada anak untuk berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing adalah mutlak adanya. Semua anak bebas berkreasi dan berinovasi demi masa depannya. Pembiasaan untuk menggunakan waktu luang adalah perilaku kreatif untuk mencegah kemungkinan kegiatan negatif yang akan timbul jika ada kesempatan. Disinilah pentingnya waktu. Sampai Allah bersumpah 'demi waktu' dalam Surah Al Fajr ayat 1 yang artinya 'demi waktu fajar'. Yang pada intinya Allah memberikan waktu kepada manusia untuk digunakan sebanyak-banyaknya untuk berpikir, merenung, dan merencanakan apa yang akan dilakukan. Manusia dianggap ada kalau berpikir. Maka Aksi Pagi adalah satu bentuk kegiatan dalam memandu bakat anak untuk dikembangkan seoptimal mungkin. Anak dilatih sedini mungkin untuk merawat dirinya sampai mecapai cita-citanya. Daftar Pustaka. 1. https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-literasi (Memahami Pengertian Literasi, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya 2. https://langit7.id/read/5727/1/makna-4-surah-di-al-quran-allah-bersumpah-atas-nama-waktu-1634389842 (Makna 4 Surah di Al Quran, Allah Bersumpah atas Nama Waktu) 3. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-pantun/ Pengertian Pantun: Tujuan, Fungsi, Jenis, Ciri-ciri dan Contoh Pantun 4. 5.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...