Langsung ke konten utama

Hari ini Memimpin diri Esok memimpin negeri


 "Haru ini memimpin diri, esok memimpin negeri" adalah ungkapan yang menggambarkan pentingnya memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum mampu memimpin orang lain atau komunitas yang lebih besar, seperti negara. Dengan kata lain, kemampuan untuk mengendalikan diri, disiplin, dan bertanggung jawab atas tindakan pribadi adalah langkah pertama menuju kepemimpinan yang lebih luas.


Perubahan dalam literasi sangat penting karena tuntutan zaman yang terus berkembang, terutama dengan kemajuan teknologi dan informasi. Literasi kini bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami konteks, berkomunikasi, serta memanfaatkan informasi digital dengan bijak.

Beberapa alasan pentingnya perubahan dalam literasi:

1. Kemajuan Teknologi: Digitalisasi membawa banyak informasi baru yang harus disaring, dipahami, dan dimanfaatkan dengan bijaksana. Literasi digital dan media menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap individu.

2. Kebutuhan Keterampilan Abad 21: Di era globalisasi, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi menjadi sangat penting. Literasi yang adaptif membantu kita menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja dan kehidupan modern.

3. Memerangi Mis-informasi: Tingginya volume informasi palsu atau menyesatkan membuat literasi informasi krusial. Kemampuan literasi membantu seseorang memahami sumber informasi yang valid dan membedakan fakta dari opini.

4. Mendorong Kemandirian Berpikir: Dengan literasi yang baik, kita dapat menjadi lebih mandiri dalam belajar, menganalisis, dan memutuskan. Hal ini penting untuk membangun masyarakat yang berpikiran terbuka, kritis, dan tidak mudah terpengaruh.

5. Tantangan Sosial dan Ekonomi: Literasi juga berkaitan dengan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Individu yang literate cenderung memiliki akses yang lebih baik terhadap peluang pendidikan dan pekerjaan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, perubahan dalam literasi akan mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...