Langsung ke konten utama

Kencing duduk

 Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kencing dengan posisi duduk sebagai salah satu bentuk adab atau tata cara yang baik dalam buang air kecil. Berikut beberapa alasan di balik ajaran ini:

1. Menjaga Kebersihan 

   Posisi duduk saat kencing mengurangi risiko percikan air kencing mengenai tubuh atau pakaian. Dalam Islam, menjaga kebersihan dari najis (kotoran) adalah sangat penting, terutama sebelum beribadah seperti shalat.

2. Menghindari Najis Menyebar

   Kencing sambil duduk dapat membantu memastikan bahwa najis (air kencing) tidak menyebar di sekitar tempat tersebut, menjaga area sekitar tetap suci dan bersih.

3. Adab dan Kesopanan

   Selain dari segi kesehatan, posisi duduk dianggap lebih sopan dan santun, serta sesuai dengan adab yang diajarkan dalam Islam.

4. Menjaga Kesehatan Saluran Kemih

   Beberapa ahli medis menyebutkan bahwa posisi duduk saat buang air kecil dapat membantu mengosongkan kandung kemih secara lebih baik, yang membantu menjaga kesehatan saluran kemih.


Namun, Rasulullah SAW juga pernah membolehkan kencing berdiri pada kondisi tertentu, selama tetap menjaga kebersihan dan kesucian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...