Langsung ke konten utama

Madang Gedean

 


Dalam konteks pernikahan Islam, hiburan saat resepsi bisa disesuaikan agar tetap sesuai dengan nilai-nilai agama, namun tetap memberikan suasana yang meriah dan membahagiakan. Berikut beberapa jenis hiburan yang bisa dihadirkan di acara pernikahan dalam dimensi Islam:

 1. Nasyid atau Musik Islami
   Hiburan dalam bentuk grup nasyid atau musik islami yang liriknya penuh makna, berisi pesan moral, dan nilai-nilai agama sangat populer. Grup nasyid atau vokalis solo bisa membawakan lagu-lagu bertema cinta dalam Islam, kasih sayang, dan kebahagiaan keluarga.

2. Qasidah atau Marawis
   Qasidah atau marawis bisa menjadi pilihan menarik karena menggabungkan seni musik tradisional dengan syair-syair islami. Ini memberikan nuansa spiritual yang tetap menyenangkan dan bisa dinikmati oleh tamu dari berbagai kalangan.

3. Pembacaan Al-Quran dan Doa
   Pembukaan acara pernikahan dengan pembacaan Al-Quran dan doa bersama bisa memberikan keberkahan. Hal ini juga menciptakan suasana khidmat dan religius sebagai bentuk syukur atas pernikahan yang dilaksanakan.

 4. Ceramah Singkat Tentang Pernikahan
   Ustadz atau ustadzah bisa diundang untuk memberikan ceramah singkat mengenai pentingnya pernikahan dalam Islam, hak dan kewajiban suami-istri, serta cara menjaga rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

5. Tari Sufi
   Tari Sufi (Whirling Dervish) adalah salah satu bentuk seni spiritual yang dapat ditampilkan sebagai simbol perayaan, yang tetap dalam nuansa religius. Tarian ini bisa memberikan kesan tenang dan menginspirasi tamu yang hadir.

 6. Penampilan Seni Kaligrafi atau Lukisan Islami
   Hiburan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mendidik adalah demonstrasi seni kaligrafi Arab atau pembuatan lukisan islami. Seniman bisa menampilkan bakat mereka dalam membuat karya-karya yang menginspirasi di lokasi acara.

7. Permainan Edukatif untuk Anak-anak
   Untuk para tamu yang membawa anak-anak, bisa disediakan permainan islami atau edukatif yang bertemakan nilai-nilai agama, seperti kuis Islami atau bercerita tentang kisah-kisah Nabi.

Setiap hiburan yang dihadirkan harus tetap menjaga kesederhanaan, keanggunan, dan keharmonisan dengan ajaran Islam. Pada akhirnya, hiburan yang dipilih diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan membuat suasana pernikahan semakin berkesan bagi semua yang hadir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...