Langsung ke konten utama

Dzikir tiap hari

Imam Al-Ghazali dalam karyanya *Ihya' Ulumuddin* menyebutkan beberapa dzikir yang dapat diamalkan setiap hari untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjaga hati, dan memperbaiki keadaan spiritual. Berikut adalah beberapa dzikir yang sering disebutkan oleh Imam Al-Ghazali untuk diamalkan setiap hari: 1. Tasbih (Subhanallah) Imam Al-Ghazali menganjurkan untuk banyak berdzikir dengan *Subhanallah* (Maha Suci Allah), terutama setelah shalat. Ini merupakan bentuk pujian kepada Allah yang mengandung makna kesucian-Nya dari segala kekurangan. Disarankan untuk mengucapkan *Subhanallah* 33 kali setelah shalat fardhu. 2. Tahmid (Alhamdulillah) *Alhamdulillah* (Segala puji bagi Allah) adalah dzikir yang menunjukkan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah. Imam Al-Ghazali menganjurkan untuk memperbanyak dzikir ini, baik setelah shalat maupun di waktu lainnya. 3. Tahlil (La ilaha illallah) *La ilaha illallah* (Tiada Tuhan selain Allah) adalah kalimat tauhid yang merupakan inti ajaran Islam. Imam Al-Ghazali mengajarkan untuk mengucapkan kalimat ini secara rutin, karena ia merupakan kalimat yang dapat menyucikan hati dan memperkuat iman. 4. Takbir (Allahu Akbar) *Allahu Akbar* (Allah Maha Besar) adalah dzikir yang mengingatkan kita tentang kebesaran Allah. Imam Al-Ghazali menyarankan untuk mengucapkan takbir ini untuk meningkatkan kesadaran kita akan keagungan dan kekuasaan Allah. 5. Bacaan Ayat Kursi Imam Al-Ghazali juga menganjurkan untuk membaca Ayat Kursi (*Surah Al-Baqarah: 255*) setelah shalat, karena Ayat Kursi mengandung keutamaan besar dalam melindungi diri dari godaan setan dan menjaga keamanan. 6. Dzikir Pagi dan Petang Imam Al-Ghazali juga menganjurkan dzikir pagi dan petang, yang bisa berupa kalimat-kalimat pendek seperti: - "Hasbunallahu wa ni’mal wakil"** (Cukuplah Allah sebagai penolong kami) - "Bismillahirrahmanirrahim" (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) 7. Salawat atas Nabi Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk cinta dan penghormatan terhadap beliau. Salawat ini dapat dibaca kapan saja, tetapi terutama setelah shalat. 8. Istighfar Imam Al-Ghazali juga mengajarkan untuk sering mengucapkan *Astaghfirullaha Rabbi min kulli dhambin wa atubu ilayh* (Aku mohon ampunan kepada Allah, Tuhan-ku, dari segala dosa dan aku bertaubat kepada-Nya). Istighfar merupakan cara untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan. 9. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas** Imam Al-Ghazali menyarankan untuk membaca tiga surat pendek ini (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap pagi dan petang sebagai perlindungan dari segala keburukan dan gangguan. 10. Dzikir dengan Hati
Selain dzikir dengan lisan, Imam Al-Ghazali juga menekankan pentingnya dzikir dengan hati, yaitu mengingat Allah dalam setiap keadaan dan setiap aktivitas. Dzikir ini bisa dilakukan dalam kesendirian, saat bekerja, atau bahkan ketika berinteraksi dengan orang lain. Amalan dzikir yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali bertujuan untuk menjaga hati tetap terhubung dengan Allah, membangun kedekatan spiritual, dan memperoleh ketenangan batin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...