Langsung ke konten utama

Membumi Langitkan Literasi di Kabupaten Madiun



 “Membumi Langitkan Literasi” adalah semboyan yang sangat menarik untuk menggambarkan gerakan literasi di Kabupaten Madiun. Ungkapan ini mencerminkan semangat untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari (membumi), sekaligus mendorong pencapaian pengetahuan yang tinggi dan luas (melangit).

Ide Implementasi Gerakan:

  1. Perpustakaan Desa Digital
    Membuat perpustakaan digital yang mudah diakses oleh masyarakat, terutama di pelosok desa. Kontennya bisa berupa e-book, video edukasi, dan audio pembelajaran.

  2. Festival Literasi Daerah
    Mengadakan acara tahunan yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat umum. Festival ini bisa berupa lomba menulis, baca puisi, dan diskusi buku.

  3. Pojok Baca di Tempat Umum
    Menyediakan sudut baca di tempat strategis seperti pasar, stasiun, atau taman. Buku yang disediakan bisa berupa cerita rakyat Madiun atau buku pengetahuan umum.

  4. Literasi Keluarga
    Menggerakkan program literasi keluarga, seperti waktu membaca bersama setiap hari, untuk memperkuat budaya membaca di rumah.

  5. Kolaborasi Komunitas
    Mengajak komunitas pemuda, guru, dan organisasi lokal untuk menyelenggarakan workshop menulis, storytelling, atau kelas kreatif lainnya.

Gerakan ini tidak hanya akan meningkatkan minat baca tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pengetahuan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Kabupaten Madiun dapat menjadi pionir literasi di tingkat nasional.

Apa Anda ingin mengembangkan ide ini menjadi kampanye yang lebih spesifik?




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...