Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki sikap yang sederhana dan penuh kerendahan hati, termasuk dalam cara duduknya. Berikut beberapa cara Nabi Muhammad SAW duduk yang diriwayatkan dalam hadis:
-
Duduk Iftirasy
Nabi Muhammad SAW sering duduk dengan posisi seperti duduk di antara dua sujud dalam salat, yaitu dengan punggung tegak, telapak kaki kiri ditekuk di bawah, dan telapak kaki kanan ditegakkan. Ini mencerminkan kerendahan hati dan kesederhanaan. -
Duduk Tawaruk
Dalam beberapa riwayat, Nabi juga duduk dengan posisi tawaruk, yaitu posisi duduk yang sering dilakukan dalam tasyahud akhir. Kaki kiri berada di bawah kaki kanan, sementara telapak kaki kanan ditegakkan. -
Duduk Bersila
Nabi Muhammad SAW juga kadang duduk bersila, terutama dalam suasana santai, menunjukkan kesederhanaan dan kedekatan beliau dengan orang-orang di sekitarnya. -
Duduk dengan Kedua Lutut Tegak
Dalam sebuah hadis, Nabi pernah duduk dengan lutut terlipat dan tangan diletakkan di sekitar lutut, terutama ketika beliau berbicara serius atau memberikan nasihat. -
Tidak Bersandar dengan Berlebihan
Nabi tidak suka duduk dengan bersandar secara berlebihan karena dianggap sebagai tanda kemewahan atau sikap bermalas-malasan. Hal ini ditegaskan dalam hadis:
"Aku tidak makan sambil bersandar." (HR. Bukhari) -
Duduk di Atas Lantai atau Tanah
Nabi sering duduk langsung di atas tanah atau lantai tanpa alas khusus. Ini menunjukkan kesederhanaan beliau dan kebersamaan dengan para sahabat.
Kesederhanaan dan kerendahan hati Nabi Muhammad SAW dalam cara duduknya menjadi contoh teladan bagi umat Islam. Duduknya mencerminkan sikap tawadhu dan menghormati orang-orang di sekitarnya.

Komentar
Posting Komentar