Langsung ke konten utama

Siap Mengguncang Dunia



Penulis Kabupaten Madiun Siap Mengguncang Dunia 

 Berikut adalah rancangan susunan pengurus organisasi literasi untuk Kabupaten Madiun. Susunan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan visi organisasi:

SUSUNAN PENGURUS ORGANISASI LITERASI KABUPATEN MADIUN

1. Dewan Pembina

  • Ketua: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun
  • Anggota:
    • Kepala Bidang Kebudayaan
    • Tokoh Masyarakat/Pendidikan

2. Dewan Penasehat

  • Anggota:
    • Akademisi dari Universitas/Institusi Pendidikan
    • Penulis senior lokal
    • Tokoh Literasi Nasional asal Madiun

3. Pengurus Harian

A. Ketua Umum

  • Memimpin organisasi dan menetapkan arah strategis kegiatan literasi.

B. Wakil Ketua

  • Membantu Ketua dalam pelaksanaan program kerja.

C. Sekretaris

  • Sekretaris I: Bertanggung jawab atas administrasi internal organisasi.
  • Sekretaris II: Bertanggung jawab atas hubungan eksternal dan korespondensi.

D. Bendahara

  • Bendahara I: Mengelola dana kegiatan.
  • Bendahara II: Bertanggung jawab atas penggalangan dana dan pelaporan keuangan.

4. Divisi-Divisi

A. Divisi Program dan Kegiatan

Tugas: Menyusun dan melaksanakan program literasi seperti workshop, pelatihan menulis, diskusi buku, dan lain-lain.

B. Divisi Pendidikan dan Pelatihan

  • Tugas: Mengadakan pelatihan untuk penggiat literasi, guru, dan siswa di Kabupaten Madiun.

C. Divisi Publikasi dan Dokumentasi

  • Tugas: Mengelola publikasi, membuat konten media sosial, dan mendokumentasikan kegiatan.

D. Divisi Hubungan Masyarakat

  • Tugas: Menjalin kerja sama dengan pihak eksternal, seperti perpustakaan, sekolah, dan komunitas literasi lain.

E. Divisi Penelitian dan Pengembangan

  • Tugas: Melakukan penelitian terkait tingkat literasi masyarakat dan menyusun rekomendasi program peningkatan literasi.

F. Divisi Pengelolaan Perpustakaan dan Arsip

  • Tugas: Mengelola perpustakaan komunitas dan arsip literasi di Kabupaten Madiun.

5. Relawan Literasi

  • Anggota yang membantu operasional kegiatan, terdiri dari mahasiswa, guru, dan masyarakat umum yang peduli literasi.

Catatan:

  1. Susunan ini bisa dimodifikasi berdasarkan kebutuhan lokal.
  2. Penting untuk memiliki AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) yang mengatur peran dan tanggung jawab masing-masing pengurus.
  3. Pastikan ada evaluasi rutin untuk menilai kinerja dan keberlanjutan program literasi.

Semoga membantu! Jika Anda memerlukan detil lebih lanjut, silakan beri tahu.

Rundown acara 

  1. Desember pengumuman pemenang lomba 
  2.  Januari sampai April pengimbasan
  3. Pameran


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...