Langsung ke konten utama

Adab Suara Makmum Dan Iman

 Berikut artikel blog yang bisa kamu gunakan untuk tema “Makmum Jangan Melebihi Suara Daripada Imam dalam Berdzikir” dengan tinjauan dari Al-Qur’an dan Hadis:


---


**Judul: Makmum Jangan Melebihi Suara Imam dalam Berdzikir: Tinjauan Al-Qur'an dan Hadis**


Dalam praktik ibadah berjamaah, adab dan etika sangat dijunjung tinggi dalam Islam. Salah satu adab penting yang sering kali terlupakan adalah larangan bagi makmum untuk mengangkat suara melebihi imam saat berdzikir atau berdoa setelah salat berjamaah. Artikel ini akan mengulas hal tersebut berdasarkan dalil dari Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.


### 1. **Makna Dzikir dan Adabnya dalam Islam**


Dzikir merupakan bentuk ibadah hati dan lisan yang mengingat Allah SWT dengan lafaz-lafaz tertentu, seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Dzikir dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah. Namun, ketika dzikir dilakukan bersama-sama setelah salat berjamaah, terdapat adab yang harus diperhatikan, terutama terkait volume suara.


### 2. **Tinjauan Al-Qur'an**


Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 205:


> *“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”*  

> (QS. Al-A’raf: 205)


Ayat ini memberikan petunjuk penting bahwa dalam berdzikir, hendaknya dilakukan dengan suara yang lembut, tidak keras, serta penuh khusyuk. Ini menunjukkan bahwa Islam lebih menganjurkan ketenangan dan kekhusyukan dalam berdzikir daripada kekerasan suara.


### 3. **Tinjauan Hadis Nabi**


Dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


> *"Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian, karena sesungguhnya kalian tidak sedang menyeru yang tuli maupun yang gaib. Sesungguhnya kalian menyeru Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat, dan Dia bersama kalian.”*  

> (HR. Bukhari no. 2992, Muslim no. 2704)


Hadis ini menegaskan pentingnya menjaga adab dalam berdzikir dan berdoa, termasuk tidak mengangkat suara berlebihan. Apalagi bagi makmum yang berada di belakang imam, sepatutnya tidak mengalahkan suara imam baik dalam bacaan salat maupun dzikir.


### 4. **Adab Makmum terhadap Imam**


Rasulullah SAW bersabda:


> *“Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka apabila ia bertakbir, bertakbirlah kalian. Dan apabila ia membaca (Al-Fatihah), maka diamlah kalian…”*  

> (HR. Bukhari dan Muslim)


Meskipun hadis ini berkaitan dengan salat, namun secara prinsip menunjukkan bahwa imam adalah pemimpin dalam ibadah berjamaah, sehingga makmum harus mengikuti dan tidak mendahului atau melebihi imam, termasuk dalam hal berdzikir bersama.


### 5. **Kesimpulan dan Penutup**


Dalam berdzikir setelah salat berjamaah, makmum hendaknya menjaga adab dengan tidak mengeraskan suara melebihi imam. Hal ini sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi, serta semangat menjaga kekhusyukan dan ketertiban dalam ibadah. Dzikir adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah, maka marilah kita lakukan dengan tata cara yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.


**Wallahu a’lam bish-shawab.**


---


Kalau kamu mau aku tambahkan kutipan ulama atau tafsir, atau ingin versi singkat untuk media sosial, tinggal bilang aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...