Langsung ke konten utama

Lumbung Buku NTB

 

Profil Bunda Literasi NTB

Bunda Literasi Nusa Tenggara Barat hadir sebagai figur inspiratif dalam menggerakkan budaya literasi di seluruh penjuru NTB. Dengan semangat membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan kecintaan terhadap membaca serta menulis, Bunda Literasi NTB berkomitmen kuat menjadikan NTB sebagai prototipe literasi provinsi di Indonesia.

Visi:

Menjadikan NTB sebagai provinsi yang unggul dalam literasi, masuk dalam 5 besar provinsi dengan indeks literasi tertinggi di Indonesia.

Misi:

  1. Meningkatkan budaya baca dan menulis di kalangan pelajar SD, SMP, SMA, dan SMK se-NTB.

  2. Mendorong sekolah-sekolah untuk aktif menghasilkan karya tulis berbentuk buku ber-ISBN.

  3. Mengangkat literasi lokal sebagai kekuatan nasional melalui event tahunan Hari Pendidikan Nasional pada bulan Mei dengan tema "Lumbung Buku NTB".

  4. Membangun ekosistem literasi yang sehat dan kompetitif melalui pemberian apresiasi dan penghargaan.

Program Unggulan:

1. Lumbung Buku NTB

Event tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Mei, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, untuk memamerkan karya buku siswa SMP/SMA/SMK dari seluruh NTB.

  • Setiap sekolah diundang untuk menyumbangkan buku karya siswa ke dalam “Lumbung Buku”.

  • Pengunjung dapat membaca, membeli, dan berdiskusi langsung dengan para penulis muda.

2. Apresiasi Literasi

Untuk mendorong semangat menulis, apresiasi diberikan dalam beberapa kategori:

  • Liwetan Literasi: diberikan kepada anak didik yang paling produktif menulis buku.

  • Sekolah Literatif Terbaik: sekolah yang paling banyak menghasilkan buku siswa dan aktif memamerkannya.

  • Penulis Muda Inspiratif: anak yang menulis buku dengan jumlah halaman terbanyak dan konten berkualitas.

  • Guru Pembimbing Literasi Terbaik: guru yang aktif membina dan mendampingi siswa dalam proses menulis.

  • Kepala Sekolah Penggerak Literasi Terbaik  diberikan kepada kepala sekolah yang paling banyak memproduksi buku di sekolah

3. Sarasehan Literasi & Bedah Buku

Kegiatan dialog literasi dengan menghadirkan:

  • Penulis nasional dan lokal,

  • Guru, siswa, dan penggerak literasi,

  • Diskusi dan bedah karya-karya siswa sebagai bentuk pembelajaran kolektif.

Harapan dan Dampak:

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat, Bunda Literasi NTB menargetkan dalam waktu dekat:

  • Setiap pelajar mampu menulis minimal 1 buku selama masa sekolah.

  • Setiap daerah mempunyai satu sekolah rujukan literasi produktif dan inovatif.

  • Literasi NTB menjadi rujukan nasional, menginspirasi provinsi lain.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambutan Pondok Ramahan SMPN 1 Maospati.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Sejahtera untuk kita semua. Alhamdulillah alhamdulillahirobbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil Ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in Amma ba'du Anak-anakku yang paling saya banggakan serta Bapak-Ibu yang saya hormati, marilah kita bersyukur mengucap Alhamdulillah karena atas limpahan taufiq hidayahnya sehingga kita masih diberi kesempatan utamanya kesehatan dan iman, sehingga kita dapat bertemu dalam rangka pondok ramadan SMP 1 Maospati Sholawat serta salam terlimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Mudah mudahan kita semuanya dicatat oleh Allah sebagai umatnya. Aamiin ya robbal aalamiin. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Edy Siswanto asli dari desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. Sekarang berdomisili di Jl. Cokrobasonto III/12, kota Madiun Anak-anakku yang berbahagia serta Bapak/Ibu yang saya hormati, kita melaksanakan ibadah puasa sudah dua kali ini dalam masa pandemi covid 19, maka da...

Hasil resume SNESTI WISATA LITERASI

 Alhamdulillah anak anak sebagian sudah mengirimkan hasil ringkasan materi pondok pesantren. Dibawah ini sebagian dari hasilnya. Semoga SNESTI WISATA LITERASI semakin terdepan.

Bacaan Al Qur’an Menggema Di Manapun Berada

      Kita mendengar sayub-sayub lantunan Al-Quran dimanapun berada pada setiap bulan ramadhan. Sebulan penuh baik di Masjid, Mushola, Surau atau langgar setelah sholat tarawih para santriwan santriwati membaca Al-Quran sampai katam. Ada yang mengatamkan sampai lima kali ada yang 4 kali tergantung semangat para santriwan santriwatinya. Bahkan di rumah-rumahpun budaya membaca Al-Quran mudah kita dapatkan. Namun mengapa budaya mambaca ini hanya kita dapatkan pada bulan romadhon saja. Yang jelas Tuhan mengobral pahala, sehingga umat-Nya pingin memborong semuanya. Sudah tidak asing bagi kita terutama yang beragama Islam untuk mengenali dan membaca Wahyu Tuhan yang diturunkan pertama kalinya, yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, Jibril berkata: “ Iqra ’ ” (bacalah), :Ma aqra’?” (tetapi apa yang harus dibaca?) tanya Nabi – pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebut “Bismi Rabbika”, dalam arti berm...